Desa Mukti Sari ikut Program Desa BRIlian Batch 1 Tahun 2026 tingkat Nasional
muktisari-tapung.desa.id- Nama Desa Mukti Sari, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar kembali mengharumkan Riau. Desa ini terpilih mewakili provinsi di ajang Desa Brilian 2026 Batch tingkat Nasional yang digagas Bank Rakyat Indonesia.
Keberhasilan itu diraih setelah Desa Mukti Sari bersaing dengan sekitar 545 desa dari seluruh Indonesia. Dari seleksi ketat tersebut, Mukti Sari berhasil masuk 50 besar, lalu melaju hingga 25 besar nasional.
Konsep Desa Brilian Dorong Ekonomi Kerakyatan
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bersama Universitas Jenderal Soedirman menggelar inaugurasi Program Desa BRILiaN Batch 1 Tahun 2026 secara daring. Sebanyak 545 desa dari berbagai provinsi di Indonesia mengikuti program yang bertujuan mempercepat transformasi desa melalui penguatan kepemimpinan, digitalisasi, dan pemberdayaan masyarakat.
Mengusung tema "Desa 5.0: Sinergi Teknologi dan Human-Centered Leadership dalam Membangun Future Village Ecosystem", program ini membekali pemerintah desa dengan pelatihan tata kelola pemerintahan, pengembangan BUMDes, digitalisasi layanan publik, literasi keuangan, hingga pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.
Dari seluruh peserta, 50 desa terpilih sebagai Desa BRILiaN terbaik atas inovasi dan keberhasilannya dalam mengimplementasikan program. Selanjutnya, 25 desa terbaik akan memperoleh pendampingan intensif dari BRI bersama Universitas Jenderal Soedirman untuk memperkuat tata kelola, kelembagaan ekonomi desa, digitalisasi, serta pengembangan kewirausahaan berkelanjutan.
Unggulkan Kemandirian Energi dengan Pemanfaatan Limbah Kotoran menjadi Bio Gas dan Pupuk Organik
Salah satu penilaian dalam Desa Brilian adalah penggalian potensi lokal. Untuk Desa Mukti Sari, sektor yang diangkat adalah Pemanfaatan Limbah atau Kotoran ternak menjadi Bio Gas dan menghasilkan beberapa produk turunan seperti Pupuk Organik Padat dan Cair.
Potensi itu muncul dari hasil diskusi panjang antara tim BRI, akademisi, perangkat desa, dan masyarakat.
“Mudah-mudahan dengan potensi yang ada, Desa Mukti Sari bisa menjadi juara Nasional, dan menjadikan masyarakat makmur dan sejahtera”
Selain aspek ekonomi, juri juga menilai kearifan lokal, kekompakan warga, dan inovasi pengelolaan sumber daya desa.
Gotong Royong Jadi Kunci Mukti Sari Bertahan
Kepala Desa Mukti Sari, Waryono mengaku bangga atas pencapaian warganya. Ia menyebut selama dua bulan terakhir, Mukti Sari mengikuti rangkaian kontestasi Desa Brilian dengan pendampingan intensif.
"Alhamdulillah hari ini kami dibimbing langsung secara offline oleh Bank BRI bekerja sama dengan Universitas Jenderal Soedirman," ungkap Waryono usai kegiatan.
Menurut Waryono, kunci Mukti Sari bisa bertahan hingga 25 besar adalah budaya gotong royong yang masih kuat di masyarakat. Kebersamaan warga menjadi modal utama dalam membangun program dan menjaga kekompakan.
Waryono mengajak seluruh warga terus meningkatkan kebersamaan, kualitas sumber daya manusia, dan mengoptimalkan sumber daya yang ada.
"Mari kita jaga kekompakan. Dengan SDM dan SDA yang terus kita tingkatkan, saya yakin Desa Mukti Sari bisa lebih maju dan membawa nama baik Kabupaten Kampar di tingkat nasional," pungkasnya.
Dengan lolos ke 25 besar, Desa Mukti Sari kini bersiap menghadapi tahap akhir penilaian nasional. Jika berhasil, desa ini akan menjadi contoh pengembangan ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal di Indonesia.
Kirim Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin